Kadang aku ingin mati, itu yang ada dibenak saya saat ini. Entah kenapa hidup ini terasa tidak adil, hidup ini terasa hanya dinikmati oleh segelintir orang saja. Lihatlah di mall sana, ratusan orang bahkan kabarnya ribuan berkumpul untuk mendapatkan sesuatu yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan. Tapi mereka menginginkannya. Coba bandingkan dengan orang yang disebelah sana mereka mengantri untuk mendapatkan sesuatu yang bahkan bagi orang yang berkumpul di mall itu menjadi barang yang "biasa". Mereka membutuhkannya bahkan memimpikannya. Sesuap nasi untuk hari ini. Kadang orang tua mereka bilang "makanlah nak selagi mimpi ini belum berakhir.."
Kadang aku hanya ingin mati saja. Ketika orang yang kita cintai, kita sayangi, kita harapkan menjadi teman yang menemani sisa hidup kita berpaling kelain fisik meski secara batin dia masih membutuhkan kita bahkan memimpikan kita bahwa kita lah yang berada disamping dia saat pagi membuka mata. Kadang aku ingin mati saat melihat orang yang kita cintai bahagia dengan orang lain, padahal sesaat sebelumnya dia bersama kita membangun mimpi bersama. Entah siapa yang bermimpi saat itu. Apakah kita, ataukah dia yang bangun terlalu cepat. Kadang aku ingin mati saat Tuhan membangunkan aku lebih cepat dari dugaanku. Tuhan tapi aku tidak ingin mati secepat ini, aku masih ingin membangun mimpi bersama mereka yang bersedia mewujudkan mimpi kita bersama. Tuhan kuatkan aku, terima kasih Tuhan.
Tertanda
Hatiku yang masih berusaha untuk Ikhlas