31.3.08

Maaf karena aku (tidak pernah) mencintaimu



Kalimat ini terlontar begitu saja, tanpa didahului oleh hujan, atau petir. Bagi yang mendengarnya bagaikan petir disiang bolong, betapa kagetnya, senang, sedih, semuanya bercampur menjadi satu. Ga tau apa yang harus dilakukan apakah harus salto, jungkir balik, teriak – teriak. Bagi yang mengucapkannya butuh perjuangan keras, berfikir sejuta kali jangan sampai dibilang murahan karena mebgobaral kata – kata yang ga meaning bgt. Tapi setidaknya udah mau mencoba masalah reaksinya mungkin jadi urutan ke seratus sekian, yang penting udah berani untuk bilang. Arti kata “Maaf karena aku (tidak pernah) mencintaimu” adalah suatu perasaan yang jujur yang patut diacungi semua jempol yang ada di jemari kita. Perkataan ini gw yakin terjadi pada saat hati nurani (yang konon bagian terjujur dari diri kita), otak (yang mengatur diri kita kapan harus jujur dan kapan untuk tidak jujur), dan mulut (sang eksekutor ketika kita berkata jujura atau tidak) berjalan dalam satu garis, berjalan dalam satu, dalam satu visi, atau tingkat ke-singkronannya mendekati 100%, ketika hati nurani mengatakan “A” otak memerintahkan mulut untuk mengatakan”A”, inilah yang terjadi pada saat seseorang mangatakan “Maaf karena aku (tidak pernah) mencintaimu”. Please not to say “don’t tell me, because it will make me hurt” to someone you love. But you have to say “say it honestly, and I’ll fix it.”

-e 310308-

Huehuehueheue.. damn where did I get those stupid words…

No comments: