16.1.13

Menjalani Hidup

Beberapa saat sebelum tulisan ini dibuat, gw baca status Blackberry Messenger teman yang menulis "kadang hidup ini tidak seperti apa yang kita inginkan, tetapi seperti apa yang kita jalani saat ini". Hhmmm cukup menarik. Sebenernya mana yang lebih bijak? Menjalani hidup seperti apa yang kita inginkan, atau menjalani hidup seperti apa yang kita jalani saat ini. Pastilah semua orang pengen menjalani hidup seperti apa yang kita inginkan. Tapi boleh dong kita berangan - angan bahwa hidup yang kita jalani saat ini, seperti yang kita inginkan. Kalau menjalani hidup seperti apa yang kita jalani, terkesan kita dalam posisi kalah, pasrah, menyerah, nerimo, padahal kalau mau usaha, kita pasti bisa menjalani hidup seperti apa yang kita inginkan. Apakah hidup yang kita jalani saat ini merupakan takdir dari Tuhan?


Apa sih yang dimaksud dengan Takdir?. Waktu gw jaman SD, mengartikan takdir sebagai becandaan. Takdir adalah singkatan dari BoTak Dari lahir, hahahahaha yaa namanya juga becandaan anak SD (more than 20 years a go). Menurut Wikipedia Takdir adalah ketentuan suatu peristiwa yang terjadi di alam raya ini yang meliputi semua sisi kejadiannya baik itu mengenai kadar atau ukurannya, tempatnya maupun waktunya. Dengan demikian segala sesuatu yang terjadi tentu ada takdirnya, termasuk manusia.

Konon ada tiga hal yang menjadi takdir kita. Ketiga takdir tersebut adalah Rejeki, Jodoh dan Mati. Mbah gw bilang takdir manusia itu sudah ditentukan saat kita berada dalam kandungan ibu, bahkan sebelum nyawa dihembuskan oleh Tuhan. Kalau ngikutin pikiran gw yang kacrut, kita sudah "berdialog" den Tuhan atau paling tidak Tuhan telah "menitipkan" takdir kita di selembar kertas yang bertuliskan "Kamu akan lahir dari orang tua A, dengan rejeki sekian, dan jodoh kamu si ini" kita sebagai manusia, hanya tinggal menjalankannya saja perintahNya.

Begitu kita lahir kedunia ini, disitulah kita mulai diuji kesiapan kita untuk menjalani ketentuan - ketentuanNya. Kita diuji dengan rejeki yang kita terima. Toh setiap manusia sudah ditentukan rejekinya, besaran rejekinya, dan darimana dia mendapatkan rejekinya. Tenang rejeki yang sudah ditentukan tidak akan nyasar, meski tanpa alamat lengkap, kode pos, bahkan tapa alat bantusn google map pun rejeki pasti di tangan kita, dan sekarang tinggal kita sendiri yang menentukan sendiri bagaimana cara kita mendapatkan rejeki tersebut. Mau cara halal atau haram. Semua ada konsekuensinya.


konon katanya mengenai takdir itu pasti tapi "yang pasti" itu berbeda-beda.

takdir jodoh, orangnya pasti tapi kapan dapatnya dan berapa lama bertahan itu yang bisa berubah
takdir mati, waktunya pasti tapi bagaimana caranya dan dimana itu yang mungkin bisa berubah.
takdir rejeki, jumlahnya pasti, mengenai cara dan kapannya tergantung .....
takdir celaka, datangnya pasti, tapi cara dan waktu serta lamanya bisa berbeda....

namun semua itu bisa dirubah dengan syarat,

ikhtiar dan doa bisa mengubah cara, kapan, dan berapa lama, (kecuali untuk mati)

sedekah, bisa menambah jumlah rezeki, menunda dan mengurangi lamanya celaka, mempercepat dan menjaga jodoh, & satu-satunya cara mengubah takdir mati dalam urusan waktunya alias "menunda/ mempercepat mati"


jadi untuk memperbaiki "takdir kita, ya ikhtiar doa dan perbanyak sedekah. Ingat hidup itu cuman sebentar. Jaraknya hanya dari adzan (pada saat kita lahir) ke adzan berikutnya (pada saat kita dimakamkan) gw dpt quote ini dari salah satu blognya Asri Nurdian

Bersambung

No comments: